Keinginan Jadi Pilot Sebaiknya Dikubur jika…

Pilot tergolong salah satu profesi yang sangat membanggakan dan juga menggiurkan. Bangga karena tidak mudah untuk menggapainya dan kagum sebab gajinya tergolong tinggi dan jenjang karir yang mengagumkan. Menariknya lagi, menjadi seorang pilot bisa keliling dunia secara gratis. Seseorang yang kondisi finansialnya relatif minim belum tentu bisa menyempatkan diri merasakan bagaimana serunya naik pesawat. Sementara bila sudah menjadi pilot, tidak hanya diri sendiri yang bisa jalan-jalan keliling dunia, tapi juga bisa mengajak keluarga. Sungguh profesi sebagai seorang pilot sangat menakjubkan. Siapapun boleh bermimpi menjadi seorang pilot. Akan tetapi, bagi Anda yang mendapat masalah seperti di bawah ini alangkah baiknya jika mengubur dalam-dalam cita-cita tersebut. Berikut tiga masalah yang dimaksud:

Mengalami masalah keuangan

Tidak tercukupinya biaya menjadi salah satu faktor umum yang dapat menghambat pendidikan masuk sekolah pilot. Terlebih lagi biaya sekolah pilot kian tahun makin meningkat. Jika di tahun sebelumnya sekolah pilot bisa ditempuh dengan biaya USD 55000, tapi di tahun sekarang hampir mencapai USD 58000. Biaya tersebut biasanya sudah termasuk tempat tinggal, makan, seragam, transportasi, dan lain sebaganya, tapi hal ini juga tergantung daripada kebijakan masing-masing sekolah. Jika orang tua mengalami masalah keuangan, misalnya penghasilan yang didapat tidak menentu bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sedang tidak punya jaminan untuk mendapat pinjaman, alangkah baiknya jika keinginan menjadi seorang pilot dikubur dalam-dalam. Terkecuali bila sekolah penerbangan memberikan program beasiswa yang tentunya harus berjuang penuh untuk mendapatkan dan mempertahankannya.

Perlu diketahui bahwa, jika biaya sekolah tidak dapat dilunasi dengan baik kemungkinan besar pendidikan juga akan terhambat. Sama seperti sekolah tinggi pada umumnya, jika tidak membayar uang semeter, tidak bisa ikut ujian. Tentu, hal ini akan membuat pendidikan menjadi terbengkalai dan tertunda bahkan bisa di keluarkan dari sekolah meski sudah membayar setengah dari biaya keseluruhan. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan lagi bila masih ingin berkutat masuk sekolah penerbangan dengan keuangan yang pas-pasan.

Mengidap suatu penyakit

Kesehatan merupakan salah satu syarat utama menjadi seorang pilot. Selain mencakup postur tubuh yang tinggi 165 cm dan berat badan seimbang, kesehatan fisik juga harus diperhatikan. Dalam hal ini, jika Anda mengidap suatu penyakit kronis ada baiknya pertimbangkan kembali sebelum masuk sekolah pilot sebab masalah ini bakal membayakan keselamatan Anda bahkan juga orang lain. Misal mengidap penyakit jantung, tidak menutup kemungkinan bisa kambuh ketika pesawat mengudara di ketinggian ribuan kaki. Dapat dipastikan bahwa keselamatan para penumpang bisa terancam karena Anda tidak mampu mengendalikan pesawat dengan baik. Begitu juga dengan pendengaran, pilot harus aktif berkomunikasi dengan Air Traffic Control supaya penerbangan bisa berjalan aman dan nyaman. Namun bila telinga bermasalah, bukan tidak mungkin bakal membahayakan penerbangan. Apalagi jika penerbangan dilangsungkan dengan jadwal yang padat tentu akan sangat membahayakan kesehatan. Itulah sebabnya jika mengalami suatu penyakit kronis mesti dipertimbangkan kembali cita-cita sebagai seorang pilot.

Memiliki mental yang minim

Impian menjadi seorang pilot sebaiknya juga dikubur jika mental yang dimiliki minim. Mental bisa dilihat dari keberanian menerbangkan pesawat, tidak takut akan ketinggian meski di atas 3000 kaki atau bahkan lebih. Ingat, tantangan dan resiko menjadi pilot sangat tinggi. Jika takut jatuh karena ada kabut asap, cuaca buruk, awan kumulonimbus, atau bahkan pesawat mengalami gagal mesin bukan tidak mungkin Anda akan sulit memperoleh jam terbang. Perlu diketahui bahwa, jika jam terbang yang Anda miliki sangat cetek dapat dipastikan akan susah memegang lisensi. Sejatinya lisensi (surat izin terbang pilot) bisa diperoleh dengan jam terbang tertentu. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, dengan jam terbang yang sedikit, lisensi kurang mendukung, kemungkinan besar akan sulit diterirma bekerja di airline karena pesaing banyak dan hanya pilot yang memenuhi syarat lamarannya akan diproses. Dengan kata lain, percuma masuk sekolah pilot jika mental yang dimiliki minim, tidak menutup kemungkinan bisa menggangur usai pendidikan karena bekal pengetahuan dan kemampuan terbang sangat sedikit.

Setelah menyimak uraian di atas tidak mengherankan jika dari sekian banyak orang yang bercita-cita menjadi seorang penerbang, hanya segelintir yang mampu mewujudkannya. Namun jangan berkecil hati, bisa jadi cita-cita yang belum dapat diwujudkan sangat beresiko bagi Anda dan pandai jadi profesi lain seperti dokter juga tak kalah berjasa yang mana bisa membantu banyak orang. Oleh karena itu, jangan pandang kegagalan dari salah satu sisi, ambil hal positif dari kegagalan tersebut.

Hambatan Masuk Sekolah Pilot dan Cara Menyiasatinya

Selain mengagumkan dengan seragamnya yang gagah dan gajinya besar, profesi pilot juga sangat menjanjikan dari jenjang karirnya yang pasti, yakni dari seorang second officer bisa menjadi first officer, dan dari first officer bisa menjadi kapten pilot. Jika jabatan telah meninggkat tentu gaji pun akan ikut bertambah. Mengingat profesi pilot sangat mengiurkan, maka tak heran bila sebagian besar orang melanjutkan pendidikan ke sekolah pilot untuk meniti karir sebagai seorang pilot. Di samping itu, pendidikan yang singkat juga merupakan sebuah keuntungan masuk sekolah pilot di mana durasi pendidikannya kurang lebih bisa ditempuh dalam waktu satu tahun. Namun hal ini juga tergantung daripada kebijaksanaan sekolah.

Dengan memegang lisensi CPL, IR, dan MER, kesempatan kerja pilot terbuka lebar. Sungguh, pilot merupakan salah satu profesi yang sangat menggiurkan. Namun sayangnya, profesi pilot tidak bisa dianggap enteng, salah satu syaratnya adalah harus masuk sekolah pilot terlebih dahulu dan menyelesaikan pendidikan dengan baik supaya memperoleh bekal ilmu pengetahuan yang maksimal dalam dunia penerbangan. Untuk masuk sekolah pilot itu sendiri tidaklah gampang, hambatan-hambatan yang sering kali ditemukan di antaranya biaya tidak mencukupi, pengetahuan akademik minim, dan kesehatan kurang mendukung. Untuk mengetahui hal ini lebih dekat dan mendapat solusinya, Anda bisa simak uraian di bawah ini:

Biaya tidak mencukupi: lakukan pinjaman/cicilan

Sekolah pilot tergolong sebagai salah satu pendidikan termahal di dunia. Faktanya, biaya sekolah pilot pada umumnya mulai dari IDR 500.000.000-IDR 800.000.000 atau setara dengan USD 36.021-USD 57.634 (sesuai dengan peraturan setiap sekolah). Biaya tersebut harus dilunasi saat cadet dinyatakan lulus mengikuti tes seleksi penerimaan cadet. Namun jika cadet tidak mampu membayar biaya pendidikan yang ditetapkan oleh sekolah, tidak menutup kemungkinan pendidikan akan terhambat. Kendatipun tadinya cadet sudah membayar sebagian dari biaya tersebut, tidak menjamin cadet bisa lulus dalam kurun waktu yang diharapkan.

Bisa jadi cadet tidak ikut ujian karena bayaran belum lunas seperti sekolah-sekolah pada umumnya sehingga pendidikan pun menjadi terbengkalai. Menyiasati kondisi seperti ini, ada salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan pinjaman. Biasanya, sekolah akan membantu dengan memberikan cicilan atau juga menawarkan pinjaman ke bank yang memang bekerjasama dengan sekolah. Namun, mendapat cicilan atau pinjaman itu sendiri utamanya harus ada NPWP, punya jaminan, dan tidak masuk ke dalam daftar hitam BI. Jika Anda memenuhi kriteria tersebut, bukan tidak mungkin dapat melakukan pinjaman dan bisa melanjutkan pendidikan putra putri Anda ke sekolah pilot.

Pengetahuan akademik minim: ikut kursus

Pengetahuan akademik akan diujikan sebelum putra putri Anda diterima sebagai cadet pilot. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dan menjanjikan pada cadet dalam mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Adapun pengetahuan akademik yang dites ialah bahasa Inggris, matematika, fisika, dan pengetahuan umum lainnya. Jika kemampuan akademik putra putri Anda masih tergolong standar, ada baiknya segera ikuti kursus sebelum tes dilaksanakan. Mengingat banyaknya pesaing tapi cadet yang diterima hanya sedikit, tentu harus punya kemampuan tinggi agar bisa lulus.

Kesehatan kurang mendukung: check up dan prioritaskan pola hidup sehat

Selain kemampuan akademik, kesehatan juga sangat berpengaruh terhadap kelulusan seleksi masuk sekolah pilot. Bagaimana tidak, kesehatan menjadi hal utama dalam keselamatan penerbangan. Penerbangan akan bisa berjalan lancar, aman dan, nyaman jika pilot dapat mengendalikan pesawat dengan baik dan benar. Namun bila pilot tiba-tiba terserang penyakit, misalnya jantung tentu resiko kecelakaan akan terjadi. Begitu pula untuk daya tahan tubuh, pilot sangat mudah terserang penyakit kulit karena cuaca yang ekstrim dan tidak stabil. Itulah sebabnya pilot harus mempunyai kesehatan yang baik agar bisa melaksanakan profesinya dengan baik.

Perlu melakukan check up untuk memastikan kesehatan putra putri Anda, jika mengalami buta warna kemungkinan masih bisa disiasati dengan operasi lasik, sedangkan jika tinggi badannya kurang bisa berolahraga dengan teratur dan mengkonsumsi suplemen tambahan. Namun yang perlu diingat adalah harus memprioritaskan pola hidup sehat, hindari rokok, kurang konsumsi makanan cepat saji, dan jangan gunakan obat-obatan terlarang supaya tubuh terjaga kesehatannya.

Itulah hambatan-hambatan yang sering kali ditemukan oleh calon-calon cadet pilot. Banyak dari mereka yang mengurungkan niat jadi pilot karena tidak memenuhi syarat. Jika putra putri Anda memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pilot yang handal, tidak ada salahnya bila menyiasati hambatan-hambatan tersebut sebelum terlambat, di mana batas usia anak tidak lagi memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon pilot.